Nibor Ticoalu: TAHUNA, KOTA KECIL YANG MISTERIUS

Dari kapal Marin Teratai

8 hari menjelang usainya 2010

Seperti tahun-tahun sebelumnya, sejak 15 Desember, pelabuhan Manado selalu sesak oleh lautan manusia yang mudik ke Tahuna, Siau/Tagulandang, serta Talaud, guna menyambutNatal & Tahun Baru. Mulai dari pedagang, pelajar/mahasiswa, pegawai, pejabat, buruh, hingga Tentara, berduyun-duyun dengan beragam jinjingan, dari koper lux, hingga dos-dos. Pemandangan yang sangat lazim.
            Berbekal tiket ‘alas,’ sayapun berjejalan antara ratusan penumpang Marin Teratai, mencari sejengkal ruang tuk habiskan malam menuju Tahuna. Dan tepat di bawah cerobong yang bersebelahan dengan wc umum yang suhunya bagaikan oven yang tengah ‘ON,’ saya hempaskan bokong jumbo ini dengan lega (sambil berharap hujan tak turun menyapa malam ini)
            Jam digital di Nokia 1200 saya menunjukan pukul 20.10 saat Marin teratai beringsut perlahan, membelah kesunyian malam. Geliatnya menyisakan gelombang kecil dan buih putih bagi wargaManado. Di ujung geladak, beberapa penumpang melambai pada para pengantarnya. “Selamat tinggal Sulawesi Utara..!” Kelakar salah satu anak muda berambut gondrong.
            Hampir 10 buah mercon dilesatkan salah satu penumpang ke udara. Percikan api warna-warni memendar anggun di kegelapan langit Manado. Melepas keberangkatan Marin Teratai yang meluncur anggun ke satu noktah kecil pada peta Sulawesi Utara. Sebuah kota yang misterius. Tahuna.
            Misterius…? Ada apa sih dengan Tahuna..? Vampire, voodoo, zombie? Ah, tidak ada apa-apa dengan Tahuna. Bahkan sama biasanya dengan 14 tahun lalu, saat pertama kali saya menginjakan kaki di sana (hehehe,…koq mirip Neil Armstrong wkt pertama kali menginjakan kakinya di bulan ya..). Tidak ada perubahan significan, selain kantor Bupati baru di bekas pekuburan, di Kelurahan Soataloara.
Keisengan saya (mungkin juga kebodohan) kembali mengembara. Menyeruak mencari ruang jawab.

            Jika kita melihat seorang bocah kurus, lusuh, dan tampak tak terurus, kita akan berasumsi kalo si-bocah berasal dari keluarga tidak mampu (sebuah paradigma umum bukan..??). Tapi kita pasti terhenyak saat tahu kalau si-bocah justru berasal dari keluarga kaya. Tak ayal, kita akan menyesalkan orangtua si-bocah yang menelantarkannya. Membiarkannya hidup bagai gembel, yang merana dalam kemakmuran.
            Begitulah gambaran kota Tahuna. Kota kecil yang memiliki hampir semua kriteria untuk memperoleh predikat makmur. Karena ditinjau dari potensi Sumber Daya Alam, Tahuna bukanlah gurun pasir yang hanya dipenuhi kalajengking dan ular derik. Tahuna punya jutaan batang kelapa, cengkih, pala. Itupun masih harus ditambah dengan potensi hasil laut yang beragam dengan kelimpahan. Rumput laut, Teripang, serta ikan-ikan ekonomis penting yang mungkin telah banyak ’dirampok’ negara tetangga.
            Selain itu, Tahuna juga punya pesona alam yang tidak murah untuk bisa di jual sebagai object wisata. Tinggal kepiawaian memolesnya. Dan yang tak kalah penting, Tahuna punya generasi berkualitas ’berlian’ yang tersebar di segala penjuru mata angin tanah air. Mulai Profesor, Doktor, dan Insinyur. Tinggal ’tunjuk satu bintang’.
Malahan, dari kota Tahuna sendiri telah ’lahir’ beberapa lulusan yang dikandung sebuah politeknik dengan staff pengajar yang biasa ’memoles’ para Master. Coba tanya orang Tahuna, siapa yang tak kenal Politeknik Nusa Utara. Mungkin hanya balita.
Dengan semua fakta tersebut, ironisnya, saya justru melihat Tahuna bagaikan bocah ingusan yang lusuh, kurus dan tak terurus. Laksana kastil kusam di tengah pulau berselubung kabut, dengan lolongan srigala di kejauhan. Penuh misteri.
Tapi Tahuna akan tetap sebagai Tahuna. Kota kecil Kabupaten yang dengan mudahnya diperoleh produk-produk negara tetangga, Philiphina. Kota kesayangan wanita tercinta yang telah melahirkan 2 gadis kecil, yang memberi keindahan dalam hidup saya. Kota nostalgia, dimana saya ditahbiskan di depan altar Gereja.

Bagian Akhir

Sambil berdiri di pinggir pantai dekat pelabuhan, saya membayangkan Mahatma Gandhi berdiri di samping saya.
”Alam Tahuna mampu mencukupi kebutuhan tiap penduduknya, tapi.....”  Bisiknya
Ah, lamunan saya dikejutkan suara tukang ojek yang menawarkan jasanya. Saya menolak halus, dan kembali pada khayalan tentang kata-kata Mahatma Gandhi yang tidak selesai. Lagi-lagi sebuah misteri. Yang terkandung dalam kalimat sesudah kata ”Tapi.......” dari petuah seorang Mahatma Gandhi.


(seandainya Tahuna bisa bicara, ia pasti tahu misteri yang menyelubunginya. Misteri kenapa ia tampak begitu kurus dan lusuh. Padahal,.......)






Sumber: http://www.robinticoalu.com/2010/12/tahuna-kota-kecil-yang-misterius.html

Tahuna alami cuaca buruk

Jalan Boulevard Tahuna Photo by V Angelita Tangkabiringan
KOTA TAHUNA. Selasa 21 Juni 2016. Perubahan cuaca yang terjadi di perairan utara Sulawesi berdampak terhadap rutinitas warga di Kabupaten Kepulauan Sangihe khususnya di Kota Tahuna. Tanah longsor dibeberapa daerah telah memakan korban. Dalam pantauan di dermaga Tahuna tampak tidak ada lagi kapal-kapal penumpang yang berasal dari Manado. Karena cuaca buruk kapal-kapal yang biasanya bersandar di dermaga Tahuna kini berputar haluan dan sandar di dermaga Peta tabukan utara dan pelabuhan Pananaru Tamako.

Jalan Boulevard Tahuna Photo by V Angelita Tangkabiringan
Kolongan akembawi Photo by Sisilia
Photo by Cory Tatawi
View dari Kantor Satker PSDKP Tahuna  Photo by V Angelita Tangkabiringan


Objek Wisata Mangrove Tahuna tertunda?

Jalan Masuk ke Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove (PRPM) Tahuna yang terpalang
Meski sudah di resmikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti Melalui penandatanganan prasasti di Pelabuhan perikanan Dagho pada Kamis 12 Mei 2016 Pusat Restorasi dan Pembelajaran mangrove Tahuna. belum juga resmi dibuka. Pantuan admin blog KOTA TAHUNA pada Jumat 10 Juni 2016 tampak pada dermaga masuk masih tertutup atau terpalang. beberapa sumber menyatakan hal tersebut terkendala izin yang belum terbit. Semoga kendala yang dihadapi cepat terselesaikan sehingga masyarkat dapat menikmati wisata yang mengedukasi  dengan menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan,, dengan wisata yang murah dan menyenagkan.
Beberapa pengunjng nekat menerobos palang
Lokasi Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove (PRPM) Tahuna

Realisasi Tol Laut di TAHUNA

 | 


Trayek Tol Laut Makassar. Suasana kapal general cargo pengangkut pada peluncuran perdana trayek 5 Gerai Maritim mendukung tol laut di pelabuhan penumpang Soekarno Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (12/5/2016). Kapal tersebut akan berlayar melewati trayek penugasan pemerintah (T5) menjelajahi Makassar, Tahuna, Lirung, Morotai, Tobelo, Ternate, dan Babang dengan mengangkut sejumlah bahan pokok ke daerah terpencil di Indonesia Timur. (ANTARA FOTO/Dewi Fajriani)
 Rute tetap KM Caraka 32 yaitu Makassar-Tahuna-Lirung-Morotai-Tobelo-Ternate-Babang (PP)."

Sangihe (ANTARA News) - Program Pemerintahan Jokowi-JK menghadirkan Tol Laut terwujud dengan Kapal Motor (KM) Caraka Jaya Niaga III - 32 milik PT Pelni sandar di Pelabuhan Tahuna, Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara, Selasa.

Kapal yang dihadirkan pemerintah sebagai realisasi janji Menteri Perhubungan Ignasius Jonan (1/5) saat berkunjung ke Tahuna.

Kehadiran KM Caraka 32 diterima secara adat oleh pemerintah Kabupaten Sangihe di wakili Sekda Edwin Roring.

Nahkoda Jarot Wibowo mengatakan, Kapal berangkat dari Makassar Kamis malam langsung ke Tahuna dengan kecepatan 7,5 knot.

"Rute tetap KM Caraka 32 yaitu Makassar-Tahuna-Lirung-Morotai-Tobelo-Ternate-Babang (PP)," katanya.

Setiap 21 hari kapal kembali lagi ke Pelabuhan Makassar. Demikian juga pelabuhan-pelabuhan yang lainnya.

Kadis Perdagangan dan Koperasi Sangihe Olden Lahamendu mengatakan KM Caraka 32 membawa 43 kontainer untuk diturunkan di pelabuhan Tahuna.

Kontainer yang diturunkan di Tahuna berisi gula putih, semen putih, terigu, beras serta bahan kebutuhan masyarakat lainnya yang selama ini harganya sangat mahal di Tahuna.

Dengan kehadian Tol Laut ini, lanjutnya, semua harga bahan kebutuhan masyarakat pasti akan mengalami penurunan sehingga meningkatkan daya beli masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Sangihe melalui Sekda Edwin Roring menyampaikan terima kasih kepada Pemerintahan Jokowi-JK yang sudah merealisasikan Tol Laut untuk masyarakat Sangihe.

"Mewakili pemerintah dan masyarakat Sangihe, kami menyampaikan terima kasih kepada pak Jokowi dan Pak Jusuf Kala yang sudah merealisasikan program Tol Laut di Sangihe," ucapnya.
Editor: B Kunto Wibisono

sumber: http://www.antaranews.com/berita/561488/km-caraka-realisasikan-tol-laut-di-tahuna-sulut

Aktivitas Vulkanik Meningkat, Gunung Awu Siaga

Foto: musfarayani.wordpress.com
JAKARTA - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menyatakan status Gunung Awu di Tahuna Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut) naik status dari Waspada (level II) menjadi Siaga ( level III). Hal itu mulai berlaku pada hari ini sekira pukul 12.00 Wita.
“Sehubungan dengan peningkatan aktivitas vulkanik secara signifikan selama satu minggu terakhir pada gempa vulkanik di Gunung Awu, maka untuk menghindari kejadian letusan mendadak yang membongkar kubah lava Awu maka status Gunung Awu dinaikkan,” kata Sutopo dalam siaran pers yang diterima Okezone, Kamis (12/5/2016).
Sutopo mengimbau daerah yang direkomendasikan berbahaya harus dikosongkan. “Jadi yang semula di dalam radius 3 kilometer diperluas menjadi 4 kilometer," katanya.
Kendati demikian, hingga saat ini belum ada permukiman penduduk yang perlu dievakuasi di wilayah Gunung Awu. Pasalnya, permukiman terdekat berada di radius 5-7 kilometer dari puncak kawah.
Dari pengamatan secara visual, keadaan kawah puncak belum menunjukkan baik kepulan asap maupun abu. Kenaikan status Siaga ini sebelumnya telah dilaporkan oleh Kepala PVMBG kepada Kepala BNPB dan BPBD Provinsi Sulawesi Utara.
Kepala BNPB, Willem Rampangilei, telah memerintahkan Posko BNPB untuk melakukan pemantauan aktivitas Gunung Awu dari PVMBG. Sedangkan BPBD diminta agar menyiapkan langkah-langkah antisipasi jika ada perkembangan lebih lanjut dari aktivitas vulkanik.
Dari 127 gunung api aktif di Indonesia, Sutopo menyimpulkan ada satu gunung api dengan status Awas, dua status Siaga dan 17 dengan status Waspada. Satu gunung status Awas yaitu Gunung Sinabung yang sudah berlaku sejak 2 Juni 2015 hingga sekarang. Dua gunung api dengan status Siaga yaitu Gunung Lokon dan Gunung Awu.
Sedangkan 17 gunung dengan status Waspada yaitu Gunung Soputan, Karangetang, Kie Besi, Bromo, Egon, Raung, Gamalama, Sangeangapi, Rokatenda, Ibu, Gamkonora, Papandayan, Semeru, Anak Krakatau, Marapi, Dukono, dan Kerinci

Sumber: http://news.okezone.com/read/2016/05/12/340/1387014/aktivitas-vulkanik-meningkat-gunung-awu-siaga

Video Bugil Oknum Guru Sangihe Beredar di HP



Video yang menayangkan aksi bugil oknum guru wanita di Kabupaten Sangihe berinisial EL menghebohkan warga setempat. Betapa tidak, video yang berdurasi 12 detik yang direkam oleh lawan jenisnya di sebuah hotel di Manado tersebut, kini telah beredar melalui hand phone (HP), termasuk ponsel sejumlah guru. “Ini sama saja mencoreng citra guru yang ada di Kabupaten Sangihe, belum habis masalah satu, kiini muncul masalah lainnya. kami hanya berharap oknum- oknum tersebut diberikan sangsi tegas dari pimpinan daerah maupun pihak Dinas Dikpora,” tegas sejumlah guru ditemui di Kantor Bupati, senin (10/08). Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Dra H Tatawi MPd melalui Sekretaris Dikpora H Pasaribu ketika dikonfirmasi membenarkannya. Ia bahkan mengatakan pihaknya secepatnya akan memanggil EL untuk dimintai keterangan dan penjelasan terkait dengan berita tersebut. ”Jika beritanya betul dan didukung dengan bukti video, langkah cepat akan ditempuh, termasuk akan menonaktifkan guru tersebut dari jabatan guru, guna menghidari psikologi anak-anak didik,”ujar Pasaribu. Dikataka pula, akan dibentuk tim khusus yang di dalamnya Dinas Dikpora, Inspektorat dan BKDD untuk menyelidiki kasus tersebut. “Kemungkinan hukuman yang dijatuhkan ke YL berupa penurunan pangkat. Tetapi tidak menutup kemungkinan ada sanksi lain yang akan dijatuhkan berdasarkan penyelidikan tim khusus yang akan menangani kasus guru yang menjalin hubungan gelap,”ungkapnya. Sementara EL ditemui harian ini, tak mampu menjelaskan detail kronolgis hingga video tesebut beredar luas dan hanya menangis karena malu akibat ulah teman yang merekam video itu. “Ini peristiwa januari lalu, saya juga tidak menyangka akan terjadi seperti ini,” ucap YL yang kesehariannya mengajar sebagai guru agama di salah satu SD sambil menangis.(fb)

sumber: http://suarasulutnews.co.id/2015/08/video-bugil-oknum-guru-sangihe-beredar-di-hp/

Terima Kasih Menteri Susi

MenKP Susi Pudjiastuti Berfoto bersama Bupati Sangihe, Wakil Bupati Sangihe dan Dan Lanal Tahuna
KOTA TAHUNA Kamis 12 Mei 2016. Hari ini untuk kedua kalinya Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti berkunjung ke Kota Tahuna setelah sebelumnya pernah berkunjung dalam rangka peletakan batu pertama pembangunan kawasan perikanan terpadu di kelurahan Santiago Tahuna. Agenda Menteri Susi kali ini adalah melakan Launching Ekspor Perdana Produk Perikanan dari Pelabuhan Perikan Pantai (PPP) Dagho Kecamatan Tamako. 

Dalam acaranya akan ada penyerahan sertifikat HACCP dan Health Certificate oleh Pusat sertifikasi mutu, BKIPM Tahuna, Pemberagkatan Kontainer beserta isi oleh Perindo, Peresmian Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang dilengkapi dengan Cold Storage dan Air Brush Freesher (ABF) oleh Dir. Bina Mutu dan Diversifikasi Produk Perikanan Dirjen Penguatan Daya Saing Produk KKP, Peninjauan SPDN Dagho bersama Dir, Pendayagunaan Pulau-pulau Kecil (PPK) Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP, Dialog bersama Tenaga Penyuluh, Masyarakat Nelayan dan Pembudidaya Binaan bersama Kapusluh BPSDMKP.

Ibu Susi juga akan melakukan Persmian Jetty Apung, Peresmian Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove (PRPM), Peresmian Gedung Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanaan Hasil Perikanan Kelas II Tahuna, Kedatangan MenKP Suji Pudjiastuti ke Kota Tahuna tentunya merupakan kepedulian negara untuk mensejahterakan masyarakat kususnya masyarakat Perikanan dan Pulau-pulua kecil dan terluar.

Kep Asal Sangihe di Sandera Teroris

Foto terakhir Peter Tonsen Barahama yang di unggah di akun Facebooknya  sebelum pembajakan
KOTA TAHUNA. Seorang Captain (Kep/Nahkoda) Kapal Asal Sangihe Peter Tonsen Barahama bersama dengan 10 (sepuluh) Anak Buah Kapal  di Sandera Kelompok Teroris Abu Sayaf di sekitar perairan Pulau Zulu Philippina. Melalui SPB yang diunggah di akun  Facebooknya Peter yang  menahkodai TB.Brahma 12 betolak dari Banjarmasin Kalimantan selatan pada pukul 23.00 Wita  tanggal 15 Maret 2016 menuju Philippina. 
KM. Brahma 12
seperti dilansir situs BBC Indonesia, “Pihak pemilik kapal baru mengetahui terjadi pembajakan pada 26 Maret, pada saat menerima telepon dari seseorang yang mengaku dari kelompok Abu Sayyaf,” tutur Arrmanatha. Abu Sayyaf adalah kelompok separatis yang terdiri dari milisi Islam garis keras yang berbasis di sekitar kepulauan selatan Filipina, antara lain Jolo, Basilan dan Mindanao. Kementerian Luar Negeri RI menegaskan Kapal Brahma 12 telah dilepaskan dan saat ini berada di tangan otoritas Filipina. Namun, kapal Anand 12 dan 10 awak kapal masih berada di tangan pembajak. “Belum diketahui persis di mana posisi mereka," kata Arrmanatha. 
Persiapan Crew Kapal menuju Philippina
Arrmanatha mengungkapkan “dalam dua kali telepon antara pembajak-penyandera sejak tanggal 26 Maret, mereka meminta tuntutan sejumlah uang tebusan”.Kemenlu belum mau mengonfirmasi berapa jumlah uang tebusan yang diminta, tetapi berdasarkan laporan yang beredar, Abu Sayyaf meminta tebusan 50 juta peso atau setara Rp14,2 miliar, dengan tenggat pada 31 Maret mendatang. “Menlu terus berkomunikasi dengan berbagai pihak terkait di Indonesia dan Filipina,” tutur Arrmanatha. Sementara itu, TNI Angkatan Laut mengaku siap mengerahkan pasukan “kalau ada permintaan untuk membantu menyelesaikan masalah itu”. Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Kolonel Laut Edi Sucipto, selalu ada patroli wilayah penegakan kedaulatan di perairan Indonesia yang berbatasan dengan Filipina. Patroli tersebut, menurutnya, melibatkan empat kapal perang, yakni KRI Surabaya, KRI Ajak, KRI Ami dan KRI Mandau. "Selain itu juga ada dua tim komando pasukan katak (Kopaska)," tandas Eko.

Dermaga Apung

Dermga Apung
KOTA TAHUNA. Pelabuhan terapung berada di Pusat Kota Tahuna tepatnya di Lokasi pelabuan tua (Peltu). Bantuan Kementerian dan Kelautan dan Perikanan ini untuk menunjang garda terdepan pulau-pulau terluar dalam mengembangkan potensi pariwisata. 
Dermaga Apung di Teluk Tahuna
Keunikan pelabuhan terapung adalah posisi dermaga yang akan selalu mengikuti permukaan air laut baik pasang maupun surut. tempat ini telah difasilitasi dengan wifi internet gratis oleh Pemda Sangihe Dermaga yang dikhususkan untuk pariwisata ini dapat juga menjadi tambatan perahu nelayan tradisional.Teluk tahuna dan aktifitas pasar tradisional Peltu di pusat kota tahuna menjadi pesona  pemandangan dari dermaga apung ini ada juga aktifitas nelayan disekitar dan lokasi spot diving kapal tenggelam yang berdekatan. 
Melompat dari Dermaga
Pada pagi dan sore hari tampak keceriaan anak-anak yang melompat dan terjun ke laut dari dermaga ini seraya memperlihatkan kejernihan air laut dan keindahan ekosistem baru yang terbentuk dari reklamasi Boulevard Kota Tahuna.


HUT ke-11 Kecamatan Tahuna Timur

KOTA TAHUNA. Sukseskan Pentas Seni Budaya dalam rangka HUT Kecamatan Tahuna Timur yang Ke-11 Tahun
Tema: " Mesunduang Menaghulina Weou Malahasa" [Bersatu membangun KOTA TAHUNA]
Sub Tema: "Dengan Semangat Dirgahayu ke-11 Pemerintah kecamatan Tahuna Timur, Kita mantapkan jati diri masyarakat perkotaan yangb berbudaya, Berdaya saing, Mandiri, dan bermartabat malalui pengembangan seni budaya.
Tanggal 30 Maret s.d 30 April 2016

Jenis-jenis Kegiatan:
1. Parade Busana Adat Sangihe
2. Lomba Ungke dan Momo Kecamatan Tahuna Timur
3. Lomba Tari Kreasi Modern dan Empat wayer
4. Lomba Potong Tamo
5. Lomba Kreatifitas oleh sampah plastik
6. Lomba Kuliner
7. Lomba Dayung (Perahu Pelang)
8. Lomba Bakiak, Langkeang, Ispen dan Kasti

Kreativitas Satlantas Polres Sangihe

KOTA TAHUNA. Kreativitas ditunjukan oleh Satuan Polisi Lalu-lintas (Sat Lantas) Polres Sangihe dengan memasang rambu lalu-lintas di daerah rawan kecelakaan jalan "Satu Jalur" Dumuhung Tahuna Timur. Dengan melihat tingkat kecelakaan yang tinggi didominiasi oleh kaum muda maka tanda rambu lalu-lintas yang dipasang menggunakan pendekatan bahasa anak muda. 
Adapun tulisan Kreatif yang tertera pada rambu lalu-intas tersebut adalah: "Hati-hati Tempat Ini Rawan Kecelakaan Karena Jatuh Di Aspal Tidak Seindah Jatuh Cinta". Tindakan Preventif ini tentunya daharapkan dapat mengurangi tingkat kecelakaan.

Semarak Paskah 2016

KOTA TAHUNA. Susana Religius tampak menghiasi wajah tanah Sangihe dalam menyambut dan merayakan Paskah Yesus Kristus Tahun 2016 ini. Taman-taman Paskah tampak menghiasi sudut-sudut Kota.
Taman Paskah KWP 7 GMIST Kendagu Ruata Tahuna
Taman Paskah GMIST Oikumene Miulu Tabteng
Mawar Saron Miulu
Boulevard Tahuna

Menhir Situs Purbakala Sangihe terancam di Gusur

Menhir Sangihe
KOTA TAHUNA. Menhir adalah batu tunggal, biasanya berukuran besar, yang ditatah seperlunya sehingga berbentuk tugu dan biasanya diletakkan berdiri tegak di atas tanah. Istilah menhir diambil dari bahasa Keltik, dari kata men (batu) dan hir (panjang).

Menhir biasanya didirikan secara tunggal atau berkelompok sejajar di atas tanah, namun pada beberapa tradisi juga ada yang diletakkan terlentang di tanah. Menhir, bersama-sama dengan dolmen dan sarkofagus, adalah megalit. Sebagai salah satu penciri utama budaya megalitik, pembuatan menhir telah dikenal sejak periode Neolitikum (mulai 6000 Sebelum Masehi). Beberapa menhir memiliki pahatan pada permukaannya sehingga membentuk figur tertentu atau menampilkan pola-pola hiasan. Menhir semacam ini dikenal sebagai menhir arca (statue menhir). Pada kebanyakan kebudayaan, tradisi pembuatan menhir telah berlalu, diganti dengan pembuatan bangunan; namun demikian di beberapa tempat, terutama di Nusantara, tradisi ini masih dilakukan hingga abad ke-20.

Lokasi penemuan menhir tercatat di Eropa, Timur Tengah, Afrika Barat, India, Korea, serta Nusantara. Para arkeolog melihat bahwa menhir digunakan untuk tujuan religius dan memiliki makna simbolis sebagai sarana penyembahan arwah nenek moyang
Menhir di Swis Eropa
Di Sangihe menhir ditemukan di Kecamatan Manganitu. tepatnya disamping jalan raya dekat lapangan Sepakbola. Terdapat dua buah menhir dan mungkin lebih banyak lagi jika digali. Kadang banyak masyarkat Sangihe yang lalu lalang dan melihat menhir. tapi belum semua yang tahu bahwa batu menhir ini adalah suatu peningggalan purba. Warisan Peradaban Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sangihe  berjalan begitu pesat. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pembangunan infrastruktur dimana salah satunya adalah Peninggian Jembatan dan Pelebaran Jalan. Hal ini memberi dampak keberadaan Menhir sebagai situs purbakala Sangihe yang persis berada di samping Jalan Manganitu terancama di gusur. 

Situs Bersejarah Ake Banua Terancam Digusur.


Ake Banua [13-Mar-2016]
KOTA TAHUNA. Perkembangan Kota Tahuna dan umumnya Kabupaten Kepulauan Sangihe  berjalan begitu pesat. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pembangunan infrastruktur dimana salah satunya adalah Peninggian Jembatan dan Pelebaran Jalan. Hal ini memberi dampak keberadaan Situs Ake Banua yang persis berada di samping Jalan antara Kota Tahuna dan Manganitu terancama di gusur. 

Posisi Ake Banua persis disamping Jalan [13-Mar-2016]
Ake Banua merupakan situs bersejarah yang tak mungkin dilupakan. Bagi sebagian besar penduduk Sangihe khususnya yang bertempat tinggal di bagian  selatan dari Kota Tahuna seperti Kecamatan Manganitu, Manganitu Selatan, Tamako dan Tabukan Selatan tengah dan Tenggara keberadaan Ake Banua dimasa lampau sangat berarti karena merupakan tempat persinggahan untuk menghilangkan dahaga perjalanan. Ake Banua adalah sumber mata air yang walaupun dimusim kemarau panjang masih tetap saja mengalirkan airnya bahakan kondisi masih berlaku sampai sekarang dimusim kemarau panjang yang lalu dimana sungai-sungai sudah mengering, Ake banua tetap meluberkan air jernihnya.
Proyek Pelebaran Jalan yang terhenti di ke Banua [13-Mar-2016]
Dengan diadakannya pelebaran jalan, diharapkan dapat diperoleh solusi kongkret bagaimanapun untuk tetap dapat mempertahankan warisan sejarah dan tentunya keberlanjutan sumberdaya alam yang unik ini. (syarta)

Di Cari Buronan Pembunuh!


KOTA TAHUNA. Keresahan menghantui warga Sangihe. Pasalnya seorang pembunuh sadis bernama Marthin Salama yang diduga memiliki ilmu hitam berkeliaran dengan menghilangkan nyawa orang-orang yang tidak bersalah. Berbagai sumber di masyarakat menjelaskan seorang pria yang berasal dari Ternate ini ketika berada di kampung Biru kecamatan tabukan tengah secara membabi buta menyerang beberapa orang disuatu perkumpulan malam yang pada saat itu listriknya padam. Jumlah Korban sebanyak tujuh orang dan beberapa diantaranya meninggal dunia di RSUD Liun Kendage Tahuna. Sampai berita ini diturunkan pelaku masih menjadi buronan polisi.